DISKUSI BULANAN PRODI AKUNTANSI

Pendidikan merupakan proses interaksi antara pendidik dengan mahasiswa guna mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Sebagai pendidik dalam Perguruan Tinggi Muhammadiyah dituntut untuk mengedepankan ketaqwaan dalam setiap pengajarannya. Hal itulah yang dibahas dalam diskusi bulanan Prodi Akuntansi. Acara tersebut dilaksanakan pada Senin (05/02/2018) bertempat di Ruang Sidang Utama Kampus 1 UAD, dengan mengangkat tema Etika Pendidik dalam Perspektif Islami.” Pemateri dari diskusi ini yaitu Drs. H. Irfan Nursasmito, M.Si.,Akt.,C.A. yang merupakan dosen Akuntansi senior di Universitas Gajah Mada.

Pendidikan selayaknya diterapkan sejak bayi itu lahir, dengan cara didengarkan suara yang baik-baik. Indra pertama yang bisa digunakan oleh bayi adalah pendengaran sehingga ketika bayi terbiasa didengarkan dengan yang baik akan menciptakan kepribadian yang baik pula. Ketika anak tersebut menginjak umur sekitar lima tahun jangan sampai mendidik dengan cara dibentak. Anak akan merekam melalui pendengaran dan penglihatannya yang nantinya akan menimbulkan trauma. Cara yang baik dalam mendidik anak yaitu dengan diberikan ketauladanan yang baik. Ketika orangtua memberikan ketauladanan yang baik maka anak akan mencoba untuk menirukannya

Pemateri selain memaparkan pendidikan untuk anak-anak, juga menjelaskan bagaimana mendidik untuk kalangan mahasiswa. Mengajar mahasiswa juga memperhatikan hak dan kewajibannya. Ketika pengajar sudah mengajarkan materi maka pada saat itulah baru boleh bertanya kepada mahasiswa mengenai materi tersebut. Selain itu sebagai pendidik harus berusaha untuk mengantarkan mahasiswa ke proses nilai yang baik. Namun, setiap individu memiliki kemampuan masing-masing sehingga pendidik harus memahaminya. Maka dari itulah dalam mendidik jangan selalu menuntut untuk menjadi mahasiswa yang pintar tetapi jadikanlah mahasiswa yang bertaqwa.

Sebagai seorang pendidik dalam bidang Akuntansi saat pengajarannya harus menyampaikan materi-materi yang berasal bukan dari sistem Islami. Materi tersebut seperti adanya bunga, maka saat penyampaian materi harus dihimbau kepada mahasiswa untuk tidak menerapkannya karena dilarang dalam Islam. Sebagai pengajar ketika bekerja itu dijadikan sebagai ibadah maka gaji yang barokah akan mengikuti. Namun, jika bekerja hanya mencari gaji maka tidak akan mendapatkan pahala dan barokahnya. Oleh karena itu, jadikanlah pendidikan sebagai tempat untuk beribadah dan doronglah mahasiswa menjadi lebih bertaqwa. (hw)

Comments are closed.