
Suasana penuh kebanggaan dan kehangatan mewarnai penyelenggaraan A Fresh Perspective from New PhD Holders: A Research Colloquium yang digelar Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Selasa (2/6) di Amphitarium Lantai 9 Kampus 4 UAD. Kegiatan ini menjadi momentum istimewa untuk menyambut empat dosen Prodi Akuntansi yang baru menyelesaikan studi doktoralnya sekaligus berbagi wawasan dari penelitian yang mereka kembangkan selama menempuh pendidikan doktor.
Acara ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, sivitas akademika, serta tamu undangan. Selain menjadi ajang diseminasi hasil penelitian, kegiatan ini juga menjadi bentuk syukur dan apresiasi atas capaian akademik para dosen yang telah berhasil meraih gelar doktor.
Ketua Program Studi Akuntansi UAD, Sartini Wardiwiyono, S.E., M.S.Acc., Ph.D., Ak., CA., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi mangayubagyo untuk menyambut capaian akademik sivitas akademika sekaligus memperkuat budaya keilmuan di lingkungan Program Studi Akuntansi.
“Semoga ilmu yang telah diperoleh menjadi cahaya yang menerangi kehidupan dunia dan akhirat, serta menjadi cahaya bagi agama, peserta didik, kolega, masyarakat, dan bangsa,” tuturnya.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UAD, Dr. Dini Yuniarti, S.E., M.Si., CIQnR., turut memberikan apresiasi kepada para doktor baru. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan studi doktoral merupakan hasil dari proses panjang yang tidak lepas dari dukungan keluarga, sahabat, kolega, dan lingkungan akademik yang membersamai perjalanan studi.
Empat dosen yang berbagi hasil penelitian dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Andreas Vernando, S.E., M.Sc., Annisa Fithria, S.E., M.Sc., Ph.D., Dr. Lu’lu’ Nafiati, S.E., M.Sc., dan Dr. Sumaryanto, S.E., M.Si., Ak., CA. Masing-masing mempresentasikan riset yang mengangkat isu-isu strategis dan relevan dengan perkembangan dunia bisnis dan akuntansi saat ini, mulai dari koneksi politik dan nilai perusahaan, ESG dan perilaku risiko perbankan, kontrak insentif dan pelaporan kinerja, hingga kewirausahaan hijau dan keberlanjutan bisnis.
Beragam topik yang dipresentasikan menunjukkan luasnya kontribusi keilmuan dosen Akuntansi UAD terhadap perkembangan ilmu akuntansi, keuangan, tata kelola organisasi, dan keberlanjutan. Forum ini sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat proses penelitian doktoral dan peluang pengembangan riset di masa depan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Akuntansi UAD kembali menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem akademik yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (AF)
Mahasiswa Akuntansi UAD Hadiri Certificate Awarding Ceremony ACCA & Henkel Indonesia Global Financial Literacy Scholarship 2026
/in Berita, Prestasi Mahasiswa - Akademik, SAP /by Akuntansi UADTiga mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadiri Certificate Awarding Ceremony program ACCA & Henkel Indonesia Global Financial Literacy Scholarship 2026. Acara ini diselenggarakan ACCA Regional Asia Pasifik bersama PT Henkel. Para mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan di Jakarta pada 7–9 Oktober 2026.
Secara keseluruhan, 15 mahasiswa Program Studi Akuntansi UAD lolos dan menerima beasiswa Global Financial Literacy Henkel–ACCA Certification Scholarship. Daftar penerimanya adalah:
ACCA adalah singkatan dari Association of Chartered Certified Accountants, organisasi profesi akuntan global yang berpusat di London, Inggris. Organisasi ini didirikan pada 1904 dan mendapat Royal Charter pada 1974. Saat ini ACCA memiliki lebih dari 266.100 anggota dan 546.500 calon anggota di 179 negara. Kualifikasi ACCA diakui secara internasional, sehingga banyak dipilih mahasiswa akuntansi yang ingin berkarier di tingkat global.
Para penerima beasiswa ini bersaing dengan mahasiswa dari puluhan perguruan tinggi dan politeknik di Indonesia. Program Global Financial Literacy 2026 diikuti lebih dari 300 mahasiswa, antara lain dari Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Pelita Harapan, dan Universitas Prasetiya Mulya. Dari Daerah Istimewa Yogyakarta, peserta hanya berasal dari Prodi Akuntansi UGM, UAD, dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Di antara peserta sebanyak itu, 15 mahasiswa Akuntansi UAD berhasil lolos. Capaian ini menunjukkan daya saing mahasiswa Akuntansi UAD, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Dari 15 penerima tersebut, tiga mahasiswa terbaik diundang menghadiri upacara di Jakarta. Mereka adalah Nofah Nur Fadhilah, Ana Dencia Do Espírito Santo, dan Saskia Putri Medina. Mereka didampingi dosen Dr. Andreas Vernando, S.E., M.Sc.
Upacara berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 09.30–12.00 WIB di KPMG Jakarta, Mori Tower. Acara terdiri atas dua bagian. Bagian pertama adalah sesi panel bersama KPMG Indonesia bertema “The Accountant as a Financial Literacy Champion”. Bagian kedua adalah penyerahan sertifikat bagi mahasiswa yang menyelesaikan program sertifikasi ACCA.
Sesi panel menghadirkan tiga narasumber:
Natasha Kimberly dari ACCA Indonesia Members Panel (IMP) bertindak sebagai moderator.
Melalui program ini, mahasiswa memperoleh sertifikat penyelesaian program literasi keuangan global. Mereka juga mendapat wawasan langsung dari praktisi profesi akuntan tentang peran akuntan dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Prodi Akuntansi UAD berharap beasiswa ini menjadi langkah awal menuju prestasi, kompetensi, dan masa depan yang gemilang bagi para penerima. Prodi juga berharap kerja sama dengan ACCA dan mitra industri terus berkembang. (AF)
Penguatan Ekosistem Pasar Modal Indonesia di Tengah Dinamika Ekonomi Global
/in Pengumuman /by Akuntansi UADTeman-teman generasi BLEST,
Prodi Akuntansi kembali mengadakan acara Kuliah Umum. Narasumber kali ini adalah seorang praktisi Pemeriksa sekaligus Manajer di Direktorat Pemeriksaan Khusus Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan. Sudah nggak sabar mendapat ilmu langsung dari pakarnya??
Jangan lupa daftar di:
https://s.uad.id/KuliahUmumPasarModal sebelum kehabisan kuota. FREE tapi KUOTA TERBATAS.
Pendaftaran ditutup Selasa, 30 Juni 2026 pukul 23.59.
Acara diselenggarakan pada:
Hari: Kamis
Tanggal: 2 Juli 2026
Tempat: Auditorium Kampus 1 UAD
Sampai jumpa di Kuliah Umum Prodi Akuntansi UAD.
Wassalammu’alaikum w w
Seminar Nasional ADAF #11 Bahas Sinergi Tradisi dan Teknologi untuk Membangun Generasi Kampus yang Adaptif dan Kompetitif
/in Berita, DOSEN, Event, HMPS, JURNAL, SAP /by Akuntansi UADHimpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMPS-A) Universitas Ahmad Dahlan sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Ahmad Dahlan Accounting Fair (ADAF) #11 pada Jumat, 6 Juni 2026 bertempat di Auditorium Kampus 1A Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian utama dalam pelaksanaan ADAF #11 yang mengangkat tema “Synergy of Tradition and Technology: Building an Adaptive and Competitive Campus Generation.”
Seminar nasional ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang yang memberikan perspektif mengenai pentingnya kolaborasi antara pelestarian budaya dan pemanfaatan teknologi dalam menghadapi tantangan masa depan. Hadir sebagai keynote speaker, Dian Lakshmi, Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, seminar juga menghadirkan Dr. Sumbo Tinarbuko, M.Sn., Prof. Ir. Anton Yudhana, S.T., M.T., dan Dr. Muhammad Najih Farihanto, S.I.Kom., M.A. sebagai narasumber. Jalannya diskusi dipandu oleh Nabila Na’ma Aisa, S.E., M.Sc. (Dosen Prodi Akuntansi UAD) selaku moderator.
Acara dibuka dengan sambutan dari Dian Lakshmi yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dari para narasumber yang membahas isu budaya, teknologi, dan pengembangan kapasitas generasi muda.
Dalam pemaparannya, Dr. Sumbo Tinarbuko menyoroti fenomena dunia modern yang semakin borderless akibat ledakan teknologi informasi. Menurutnya, produk budaya yang memiliki nilai tinggi lahir dari perpaduan cipta, rasa, dan karsa manusia yang tidak dapat tergantikan oleh teknologi semata. Oleh karena itu, generasi muda perlu memahami budaya sebagai sumber kreativitas dan identitas yang berharga.
Selanjutnya, Prof. Anton Yudhana menyampaikan bahwa generasi muda saat ini masih memandang budaya sebagai identitas yang membanggakan. Namun, penyampaian budaya perlu dikemas dengan pendekatan yang lebih menarik dan relevan. Menurut beliau, pemanfaatan teknologi digital dan storytelling yang kreatif dapat menjadi strategi efektif untuk memperkenalkan budaya kepada generasi muda.
Sementara itu, Dr. Muhammad Najih Farihanto menekankan pentingnya kemampuan adaptasi di era digital yang berkembang sangat cepat. Ia menjelaskan bahwa tantangan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga perkembangan kecerdasan buatan (AI), harus direspons melalui peningkatan keterampilan digital dan pembelajaran berkelanjutan. Menurutnya, generasi Z perlu menjadi individu yang adaptif, kompetitif, dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait tantangan pelestarian budaya serta pemanfaatan teknologi di masa depan. Peserta seminar didominasi oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi UAD, namun kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lain, termasuk Universitas Terbuka. Sebagai penutup, panitia memberikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh narasumber dan moderator atas kontribusi serta wawasan yang telah dibagikan selama kegiatan berlangsung.
Melalui Seminar Nasional ADAF #11, HMPS-A Program Studi Akuntansi UAD berharap mahasiswa dapat semakin memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pemanfaatan teknologi. Sinergi keduanya diharapkan mampu membentuk generasi kampus yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.
Mangayubagyo Doktor Baru, Akuntansi UAD Perkuat Budaya Riset dan Keilmuan
/in Berita, DOSEN, HMPS, JURNAL, SAP, Sartini Wardiwiyono, SE.,M.S.Acc.,Ak.,CA. /by Akuntansi UADSuasana penuh kebanggaan dan kehangatan mewarnai penyelenggaraan A Fresh Perspective from New PhD Holders: A Research Colloquium yang digelar Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Selasa (2/6) di Amphitarium Lantai 9 Kampus 4 UAD. Kegiatan ini menjadi momentum istimewa untuk menyambut empat dosen Prodi Akuntansi yang baru menyelesaikan studi doktoralnya sekaligus berbagi wawasan dari penelitian yang mereka kembangkan selama menempuh pendidikan doktor.
Acara ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, sivitas akademika, serta tamu undangan. Selain menjadi ajang diseminasi hasil penelitian, kegiatan ini juga menjadi bentuk syukur dan apresiasi atas capaian akademik para dosen yang telah berhasil meraih gelar doktor.
Ketua Program Studi Akuntansi UAD, Sartini Wardiwiyono, S.E., M.S.Acc., Ph.D., Ak., CA., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi mangayubagyo untuk menyambut capaian akademik sivitas akademika sekaligus memperkuat budaya keilmuan di lingkungan Program Studi Akuntansi.
“Semoga ilmu yang telah diperoleh menjadi cahaya yang menerangi kehidupan dunia dan akhirat, serta menjadi cahaya bagi agama, peserta didik, kolega, masyarakat, dan bangsa,” tuturnya.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UAD, Dr. Dini Yuniarti, S.E., M.Si., CIQnR., turut memberikan apresiasi kepada para doktor baru. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan studi doktoral merupakan hasil dari proses panjang yang tidak lepas dari dukungan keluarga, sahabat, kolega, dan lingkungan akademik yang membersamai perjalanan studi.
Empat dosen yang berbagi hasil penelitian dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Andreas Vernando, S.E., M.Sc., Annisa Fithria, S.E., M.Sc., Ph.D., Dr. Lu’lu’ Nafiati, S.E., M.Sc., dan Dr. Sumaryanto, S.E., M.Si., Ak., CA. Masing-masing mempresentasikan riset yang mengangkat isu-isu strategis dan relevan dengan perkembangan dunia bisnis dan akuntansi saat ini, mulai dari koneksi politik dan nilai perusahaan, ESG dan perilaku risiko perbankan, kontrak insentif dan pelaporan kinerja, hingga kewirausahaan hijau dan keberlanjutan bisnis.
Beragam topik yang dipresentasikan menunjukkan luasnya kontribusi keilmuan dosen Akuntansi UAD terhadap perkembangan ilmu akuntansi, keuangan, tata kelola organisasi, dan keberlanjutan. Forum ini sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat proses penelitian doktoral dan peluang pengembangan riset di masa depan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Akuntansi UAD kembali menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem akademik yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (AF)